mamalia


Karakteristik Mammalia

Anggota gerak depan pada mammalia dapat bermodifikasi untuk berlari, menggali lubang,berenang dan terbang. Pada jari-jarinya terdapat kuku, cakar, atau tracak. Pada kulit terdapat banyak kelenjar minyak dan kelenjar keringat. Mammalia yang betina mempunyai kalenjar mammae (air susu) yang tumbuh baik.

Membran niktitans mata mungkin vestigal. Secara proposional serebrum jauh lebih besar dibandingkan vertebrata lain. Serebellum juga besar, terdapat 12 pasang saraf kranial. Respirasi melalui paru-paru yang mengandung banyak bagian kecil-kecil. Tyerdapat 3 buah osikel audiotori yaitu malleus, nikus dan stapel. Akhir organ pendengar (koklea) berstruktur sangat kompleks dan sedikit banyak bergelung.

A. Pembagian Kelas Mammalia

1) Sub kelas prototheria

Mammalia bertelur, terdapat di australia. Ordo monotremata. Contoh: Ornithorhynchus anatinus, Platipus.

2) Sub kelas allotheria

Mammalia yang telah punah.

3) Sub lelas theria

a. Pantotheria (telah punah)

b. Metatheria (mammalia berkantung, Ordo Marsupia lia, Contoh: opossum (Didelpia Marsupiallis), kangguru (Dendrolagus sp).

c. Eutheria

Mammalia berplasenta.Pertumbuhan dan perkembangan fetus didalam uterus. Vagina hanya satu. Fetus terletak didalam plasenta yang melekat pada uterus.

B. Karakteristik Umum Mammalia

1. Karakteristik Eksternal

Manusia normal tingginya antara 130 cm dan 195 cm. Kulit manusia itu tipis, mudah rusak. Warna kulit tergantung jumlah pigmen merah (mengandung hemoglobin), pigmen hitam (melanin), pigmen kuning (karoten) dalam kapiler-kapiler kulit. Faktor dominan adalah melaninnya. Rambut kepala tumbuh terus, bagian tubuh lainnya tidak berambut.

Tubuh manusia terbagi atas kepala, leher dan badan dengan 2 pasang apendiks, yaitu tangan dan kaki. Rambut di kepala, ketiak dan pubik. Pada lelaki rambut tumbuh lebih luas.Muka tegak poros kepala tegak lurus terhadap poros tubuh. Poros tubuh vertikal. Terdapat lima jari dari setiap apendiks.

2. Rongga Tubuh

Selom terbagi menjadi rongga-rongga peritoneal, perikardium dan 2 buah pleural.

3. Morfologi dan Fisiologi Sistem Organ

a. Sistem Skeleton

  • Morfologi sistem skeleton berdasarkan klasifikasi lokasi tulang-tulang manusia.
  • Fisiologi sistem skeleton, fungsi utama skeleton itu adalah menyokong, melindungi, untuk menggerakan (menyediakan titik-titik origo dan insertio otot-otot).

b. Sistem Muskulator

  • Morfologi sistem muskulator. Otot terdiri dari serabut yang bergaris yang mulai melintasi persendian skeleton. Akhir dari serabut otot yang sedikit bergerak disebut origo, yang banyak bergerak disebut insertio.
  • Fisiologi sistem muskular. Kontaksi otot mencakup : tidak adanya perubahan volume total jaringan otot (otot menebal dan bersamaan waktunya otot memendek).

c. Sistem Pencernaan

  • Morfologi

Mulut tertutup oleh bibir. Ada 4 tipe gigi dan jumlahnya seluruhnya gigi ada tiga buah, yaitu 8 gigi seri, 4 gigi taring,  8 plemolar, 12 molar. Terdapat 3 pasang kelenjar ludah dan melepaskan ludah kedalam mulut, yaitu kelenjar ludah parolid, submaksllaris, dan sublingual. Usus halus terdiri dari 3 bagian : duodenum, jejenum, dan ileum. Usus besar (kolon) terdiri dari 3 bagian yaitu : bagian assendens, transversal, dan dessendens. Bagian terakhir itu bersatu dengan fleksus sigmoid dan rektum.

  • Fisiologi

Setelah di kunyah dan dicampur dengan ludah dalam mulut, makanan di telan oleh gerakan volunter (sukarela). Demikian pula, lintasan makanan melalui saluran pencernaan itu adalah juga karena gerakan volunter.

Defekasi, yaitu pelepasan bahan yang tidak tercerna dan tidak terabsorpsi juga merupakan aksi volunter.Digesti itu berlangsung karena bantuan enzim-enzim hidrolisis spesifik.

d. Sistem Ekskresi

  • Morfologi

Ada ginjal yang sebenarnya (metanefros), masing-masing dengan saluran (ureter) yang menyangkut urine ke kandung kemih (vesica urineria). Ekskresi juga melalui kelenjar keringat dalam kulit, dan melalui paru-paru.beberapa protein oleh hati dikeluarkan kedalam darah dan merupakan ekstret juga.

  • Fisiologi

Kapsul bowman itu mengelilinggi simpul kapiler.kapiler darah yang disebut glomelurus, yang berfungsi sebgaia sebuah jaringan. Kelenjar keringat penting dalam regulasi panas tubuh. Aksi perespirasi melalui efek evaporasi itu penting karena mengurangi temperatur permukaan tubuh.

e. Sistem Respirasi

  • Morfologi

Saluran-saluran udara dalam hidung di perluas permukaannya oleh tulang-tulang turbinal.Saluran ini terbuka pada atap faring di sebelah pallatum molle. Dari faring, saluran udara menuju ke laring melewati sebuah lubang yang tertutup oleh sebuah jelabir (flap) yang disebut epiglotis.

  • Fisiologi

Karena udara aveolar secara normal mengandung lebih banyak oksigen dari CO2, dibanding darah dalam kapiler-kapiler paru-paru, maka o2 cenderung berdifusi kedalam darah dan co2 cenderung berdifusi dari darah kedalam alveoli-alveoli.itulah yang di sebut respirasi eksternal.

f. Sistem Saraf

  • Morfologi

Hemisfer-hemisfer serebral (serebrum, berasal dari telensefalon) begitu besar, sehingga di ensefelon mesensefelon (otak tengah) tersembunyi atau terbungkus oleh hemisfer-hemisfer tersebut.Serebellum sebenarnya juga relatif besar.

Ada 12 pasang saraf kranial seperti pada reptil, burung dan lain-lain mammalia yang secara esensial distribusinya sama. Manusia mempunyai 31 pasang saraf spinal : 8 servikal, 12 torakal, 5 lumbar, 5 sakral, dan 1 koksigeal.

  • Fisiologi

Fungsi utama sistem saraf adalah konduksi impuls saraf dari suatu bagian tubuh kebagian lain. Sel-sel yang terlibat dalam fungsi tersebut adalah neuron-neuron yang berspesialisasi tinggi, dan secara sipikal terdiri dari  badan sel, sebuah dendrit dan sebuah akson.

g. Reproduksi dan perkembangan

  • Morfologi

Pada wanita terdapat 2 ovarium, terdapat dibagian bawah kavum abdominal, dekat akhir bukaan oviduk (saluran fallopius). Dua saluran bersatu menjadi uterus yang berhubungan dengan sinus urogenital oleh vagina.

Pada pria, testes terbungkus dalam skrotum, sebuah testes mempunyai banyak saluran (vasa eferensial) yang kemudian bersatu menjadi vasa deferensial yang mempunyai vesikulo seminalis. Sekret-sekret produk berbagai kelenjar membentuk cairan seminal, didalamnya terkandung spermatozoa yang telah terbentuk dalam testes.

  • Fisiologi

Ovum yang berkembang biak di kandung dalam sebuah folikel dalam ovarium. Ovarium itu tumbuh bersama pertumbuhan telur didalamnya.bila telah terbentuk telur yang di masak, folikel pecah, ovum terlepas.Proses itu disebut proses ovulasi.

Bila terjadi fertilisasi ovum, perkembangan telur terjadi dalam saluran fallopis dan sementara itu secara perlahan-lahan telur yang telah berkembang turun ke uterus dan tertanam (implantasi) dalam lapisan uterus.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s