reptilia


Kata Reptilia berasal dari kata reptum yang berarti melata. Reptilia merupakan kelompok hewan darat pertama yang sepanjang hidupnya bernafas dengan paru-paru. Ciri umum kelas ini yang membedakan dengan Kelas yang lain adalah seluruh tubuhnya tertutup oleh kulit kering atau sisik. Kulit ini menutupi seluruh permukaan tubuhnya dan pada beberapa anggota ordo atau sub-ordo tertentu dapat mengelupas atau melakukan pergantian kulit baik secara total yaitu pada anggota Sub-ordo Ophidia dan pengelupasan sebagian pada anggota Sub-ordo Lacertilia. Sedangkan pada Ordo Chelonia dan Crocodilia sisiknya hampir tidak pernah mengalami pergantian atau pengelupasan. Kulit pada reptil memiliki sedikit sekali kelenjar kulit (Zug, 1993).

Reptilia termasuk dalam vertebrata yang pada umumnya tetrapoda, akan tetapi pada beberapa diantaranya tungkainya mengalami reduksi atau hilang sama sekali seperti pada serpentes dan sebagian lacertilia. Reptilia yang tidak mengalami reduksi tungkai umumnya memiliki 5 jari atau pentadactylus dan setiap jarinya bercakar. Rangkanya pada reptilia mengalami osifikasi sempurna dan bernafas dengan paru-paru (Zug, 1993).

Semua Reptil bernafas dengan paru-paru. Jantung pada reptil memiliki 4 lobi, 2 atrium dan 2 ventrikel. Pada beberapa reptil sekat antara ventrikel kanan dan ventrikel kiri tidak sempurna sehingga darah kotor dan darah bersih masih bisa bercampur. Reptil merupakan hewan berdarah dingin yaitu suhu tubuhnya bergantung pada suhu lingkungan atau poikiloterm. Untuk mengatur suhu tubuhnya, reptil melakukan mekanisme basking yaitu berjemur di bawah sinarmatahari. Saluran ekskresi Kelas Reptilia berakhir pada kloaka. Ada dua tipe kloaka yang spesifik untuk ordo-ordo reptilia. Kloaka dengan celah melintang terdapat pada Ordo Squamata yaitu Sub-ordo Lacertilia dan Sub-ordo Ophidia. Kloaka dengan celah membujur yaitu terdapat pada Ordo Chelonia dan Ordo Crocodilia. (Zug, 1993).

Pada anggota lacertilia, lidah berkembang baik dan dapat digunakan sebagai ciri penting untuk identifikasi. Semua reptil memiliki gigi kecuali pada ordo testudinata. Pada saat jouvenile, reptil memiliki gigi telur untuk merobek cangkang telur untuk menetas, yang kemudian gigi telur tersebut akan tanggal dengan sendirinya saat mencapai dewasa. Beberapa jenis reptil memiliki alat pendengaran dan ada yang yang dilengkapi telinga luar atupun tidak. Pada beberapa jenis lainnya, alat pendengaran tidak berkembang. Mata pada reptil ada yang berkelopak dan ada yang tidak memiliki kelopak mata. Kelopak mata pada reptil ada yang dapat digerakkan dan ada yang tidak dapat digerakkan dan ada juga yang berubah menjadi lapisan transparan.

Habitat dari Kelas Reptilia ini bermacam-macam. Ada yang merupakan hewan akuatik seperi penyu dan beberapa jenis ular, semi akuatik yaitu Ordo Crocodilia dan beberapa anggota Ordo Chelonia, beberapa Sub-ordo Ophidia, terrestrial yaitu pada kebanyakan Sub-kelas Lacertilia dan Ophidia, bebepapa anggota Ordo Testudinata, sub terran pada sebagian kecil anggota Sub-kelas Ophidia, dan arboreal pada sebagian kecil Sub-ordo Ophidia dan Lacertilia.

Kelas reptilia dibagai menjadi 4 ordo, yaitu Rhyncocephalia (contohnya: Tuatara) Testudinata / Chelonia (contohnya: Penyu, Kura-kura, dan Bulus), Squamata (Contohnya: Serpentes, Lacertilia, dan Amphisbaena) dan Crocodilia (contohnya: Buaya, Aligator, Senyulong, dan Caiman).

mayoritas reptil adalah ovipar (bertelur) meski beberapa spesies Squamata bersifat vivipar (melahirkan). Reptil vivipar memberi makan janin mereka menggunakan sejenis plasenta yang mirip dengan mamalia.

Ukuran reptil bervariasi, dari yang berukuran hingga 1,6 cm (tokek kecil, Sphaerodactylus ariasae) hingga berukuran 6 m dan mencapai berat 1 ton (buaya air asin, Crocodylus porosus). Cabang ilmu pengetahuan alam yang mempelajari reptil adalah herpetologi.

Ciri-ciri hewan melata adalah sebagai berikut:
- Kulit kering bersisik dari zat tanduk karena zat kertin
- Bernafas dengan paru-paru
- Berdarah dingin (porkoliokonal) yakni yang suhu tubuhnya dipengaruhi oleh suhu lingkungan
- Umumnya bersifat avivar (bertelur), contoh kadal, dan vivipar beranak, contohnya ular.
- Jantung terdiri dari empat ruang yaitu dua serambi dan dua bilik yang masih belum sempurna.

Pada beberapa reptilia, ventrikel itu hampir-hampir sempurna terbagi menjadi 2 bilik,   walaupun kebanyakan pembagian itu belum sempurna betul. Arteri-arteri pulmoner sudah terpisah dari arteri sistemik , karena fungsi arteri cardinal posterior dikerjakan seluruhnya oleh vena cava posterior. Ginjal bertipe  metanefros. System porta renal tereduksi. Fertilisasi internal. Reptilian itu ovipar atau ovovivipar. Yang ovipar meletakan telur-telurnya dengan kulit cangkang yang keras. Embrio reptilia terlindung di dalam amnion dan allantois seperti pada burung dan hewan menyusui. Yang ovovivipar menghasilkan telur dengan banyak kuning telur, dan telur itu tumbuh dan berkembang dalam oviduk ( saluran telur) hewan betina. Saluran telur itu, karenanya, dapat disebut “uterus”. Contoh: bengkarung dan “ratlle-snake”.

Baik yang telah punah (fosil) maupun yang masih hidup, ukuran reptilia itu bervariasi. Reptilia terbesar (fosil) adalah dari ordo Dinosaurus. Contoh: Brontosaurus (25 m), Diplodocus ( hamper 30 m) dengan berat kira-kira 25-35 ton, Stegosaurus (6 m). disbanding badannya, otaknya sangat kecil ( 0,25 kg). fosil lainnya dari ordo Pterydactyla ( bersayap). Contoh: Rahmphorhynchus sp, dan Pteronodon sp dengan jarak ujung-ujung sayap 8 m.

Reptilia yang hidup sekarang juga bervariasi besarnya. Anaconda dari Amerika Latin panjangnya 11 m, varanus komodoensis dari Indonesia panjangnya 3,5 m. Buaya  pemakan orang panjangnya 7 m. Ular Leptotyphlops sp, dari Siria hanya sebesar jarum songket dari logam. Kadal lepidoblepharis sp, dari Panama panjangnya hanya 5 cm.

A. ORDO ( BANGSA ) REPTILIA

Banyak ordo (bangsa-bangsa) dalam kelas reptilia, termasuk Dinosaurus dan Pterydactyla, telah punah. Satu ordo reptilia primitif yang sekarang yang masih hidup adalah Sphenodon punctatum yang terdapat di Selandia Baru. Sphenodon masih menunjukan tanda-tanda berupa : mata pineal ( konis sebagai modifikasi badan pineal) yang biasa terdapat pada vertebrata rendah. Oleh sebab itu  Sphenodon sp, cukup mendapat perhatian secara evolusi ( termasuk ordo Rhynchocephalia).

Reptilia yang sekarang ada termasuk dalam salah satu ordo di bawah ini.

  1. A. Ordo Chelonia

Reptilian dengan skeleton yang sebagian bermodifikasi menjadi karapaks (perisai dorsal) dan Plastron ( perisai ventral ). Rahang-rahang tidak bergigi, tetapi berzat tanduk. Hidup di laut, di air tawar, atau di darat. Tubuh lebar. Karapaks keras dan bersatu di sisi tubuh dengan plastron. Prisai tertutup dengan skutum polygonal. Tulang kuadrat tidak dapat di gerakkan. Rusuk telur di letakkan dalam lubang-lubang galian yang dibuat hewan betina . Ada 263 spesies. Contoh : kura-kura berlukis ( Chrysemys picta ), kura-kura air tawar ( chelydra serpentina), penyu (Caretta sp, Chelonia mydas).

Penyu ( chelonian mydas )

  1. a. Karakteristik Eksternal

Secara eksternal, dalam hubungannya dengan skeleton, penyu itu berspesialisasi tinggi, namun secara internal berpola sederhana seperti nenek-moyang mamalia. Tubuh terlindung di antara karapaks dan plastron. Plastron itu terbagi-bagi transversal sehingga memudahkan bergerak, sedang karapaks kurang memungkinkan pergerakan. Panjang tubuh ± 1 m, dengan berat ± 200 kg. kepala dengan leher, ekor dan kaki semuanya menonjol keluar diantara karapaksdan plastron. Dua lubang hidung dekat ujung anterior kepala. Mata lateral, dengan kelopak mata atas dan bawah, mempunyai membrane niktitas. Tidak ada telinga luar. membran impani tertutup dengan selapis kulit. pinggiran mulut terbentuk dari rahang bersat tanduk,tidak gigi.kaki dengan cakar. lubang kloaka ventral pada dasar ekor.

  1. a. Morfologi dan Fisiologi Sistem Organ

Sistem skeleton

Rusuk dan sebagian besar vertebrae bersatu dengan karapaks. Sabuk-sabuk pectoral dan pelvic berpola primitive, yaitu tersusun tiga tulang. Sabuk pectoral terdiri dari scapula ( bersatu dengan karapaks), prokorakoid, dan korakoid. Sabuk pelvic terdiri dari ilium (bersatu dengan karapaks), tulna pubik, dan tulang iskium (ventral). Tulang tengkorak merupakan sebuah kotak yang kompak dengan muskulatur rahang yang kuat.

Sistem pencernaan

Tidak ada gigi. Ludah lebar, tetapi tidak dapat ditonjolkan ke luar. Sistem pencernaan terdiri dari faring yang dapat dibesarkan, esofagus berdinding tebal, lambung, usus halus, usus besar, dan kloaka. Hati dengan empedu besar dan pankreas.

Sistem respirasi

Dari faring, melalui celah suara (glottis) terus menuju trakea (bercincin kartilago), dilanjutkan ke bronki yang kemudian bercabang-cabang dalam paru-paru. Paru-paru itu terbagi dalam kompartemen-kompartemen (lobus-lobus). Laring dari kartilago terdapat di ujung anterior trakea.

Sistem sirkulasi

Secara fundamental, system peredaran darah penyu tidak  banyak berbeda dengan system peredaran darah katak, kecuali arteri pulmonary dan pokok aorta terpisah sejak keluar dari venttrikel (bilik). Saluran pencernaan mendapat darah dari cabang-lengkung aorta kiri tetapi kurang mendapat darah dari aorta dorsal seperti pada katak.  System peredaran darah renal sangat tereduksi. Porta renal dihubungkan dengan system porta hepatic oleh sepasang vena abdominal ventral.

Sistem ekskresi

Penyu merupakan ginjal dengan tipe metanefros, dengan saluran kemih (ureter) yang menyalurkan kemih ke kloaka, tidak langsung ke kandung kemih. Kandung kemih berstruktur biiobat di sisi ventral dekat kloaka.

Sistem saraf

Dibanding dengan ikan dan katak, hemisfer dan serebellum penyu itu lebih besar. Di sini telah ditemukan 12 pasang saraf cranial, karena ada tambahan saraf spinal ( No. XI ) dan saraf hypoglossal ( No. XII ).

Sistem sensori

Mata, telinga, dan hidung berkembang baik sebagai system sensori. Terdapat kelenjar lakrimal ( air mata ), meatus auditori eksternal ( lubang telinga luar ), dan membrane timpani yang terletak di bawah kulit dan melekat padanya

  1. b. Reproduksi dan Perkembangan

Organ kopulasi primitif, berupa penis beralur yang terbentuk dari dindig kloaka. Telur dengan dinding  kloaka. Telur dengan dinding seperti kulit, diletakkan dalam lubang galian (oleh induknya)  embrio terbungkus dalam membrane disebut amnion, dan bernapas dengan allantois.

A. Ordo Squamata

Reptilia yang tubuhnya tertutup dengan sisik-sisik kecil yang fleksibel. Tidak ada rusuk abdominal. Terdiri dari sub-ordo :

Sub-ordo Lacertilia (Sauria)

Tubuh panjang, tetapi kurang dari 30 cm, kaki 4 buah yang kadang-kadang tereduksi atau hilang sam sekali. Mandibula bersatu di bagian anterior. Tulang kuadrat berkontrak dengan pterigoid, sehingga terbukanya mulut terbatas ( tidak seperti ular ). Kelopak mata biasanya dapat digerakkan. Sabuk pectoral tumbuh baik atau tinggal sebagai sisa (vastigum). Bentuk lidah bercabang. Mempunyai kandung kemih, contohnya: bengkarung ( kadal, Lacerta sp ), tokek ( hemidactylus turcicus, Sphaerodactylus sp.), bunglon (agama sp, Draco sp), komodo ( varanus komodoensis), kamelion ( Chameleon Chameleo, claret gombel)

Kadal  ( Lacerta sp.)

a. Karakteristik Eksternal

Tubuh memanjang, tertekan lateral. Kaki empat, kuat dapat digunakan untuk memanjat. Mandibula bersatu di bagian anterior. Tulang pterigoid berkontak dengan tulang kuadrat. Kelopak mata dapat digerakkan. Sabuk pectoral berkembang baik. Mulut lengkap. Mempunyai kandung kemih. Gendang telinga terlihat dari luar. Ekornya digunakan keseimbangan gerak ketika berlari. Kulit tertutup sisik yang tersusun seperti susunan genting, sisik-sisik ini lunak.

a. Morfologi dan Fisiologi Sistem Organ

System Skeleton

Vertebrae ekor tidak menulang secara sempurna, ekor mudah putus, teapi cacat mengalami regenerasi. Kolumna vertebrae terbagi menjadi servikal, toraks, lumbar, sacral, dan kaudal. Tulang-tulang sebagian terdiri atas kartilago. Kolumna vertebralis dengan otot-otot segmental yang Nampak jelas.

Sistem pencernaan

Lidah dapat dijulurkan keluar dengan mudah ( bebas ). Gigi-gigi melekat pada rahang. Dari mulut dilanjutkan ke faring, esophagus, dan lambung. Lambung dengan bagian fundus dan pylorus. Dari lambung kemudian ke intestinum, rektum, dan kloaka. Hati dan pancreas berpembuluh ke intestinum. Kloaka untuk mengeluarkan sisa pencernaan, ekskret, dan untuk reproduksi.

Sistem respirasi

Udara masuk melalui lubang hidung kehidung dalm ( dibelakang velum) kemudian keglottis (dalam faring), trakea, bronki (ada 2), dilanjutkan ke paru-paru ( dengan kapiler-kapilernya).

Sistem sirkulasi

Jantung terdiri dari sinus venosus, 2 aurikel, dan 2 ventrikel, yang terbagi sempurna. Darah dari sinus venosus ke aurikel kanan, ventrikel kanan, artei pulmonary ( bercabang dua ), vena paru-Paru, aurikel kiri, kemudian ke ventrikel kiri. Dari ventrikel kiri keluar lengkung aorta ke dorsal, arteri karotis kekepala dan kaki depan. Yang ke belakang member darah untuk ruang tubuh , kaki belakang dan ekor.

Darah vena berkumpul dalam vena cava anterior ( di kedua belah sisi kepala dan leher ), vena cava posterior, vena porta hepatis, yang kemudian menjadi vena hepatis, dan dalam vena epigastrikum yang semuanya di alirakan kembali ke sinus venosus tersebut.

Gambar struktur dalam tubuh Lacerta

Sistem ekskresi

Ada kandung kemih, tetapi kotoran/ekskret bersifat semisolid ( setengah keras), seperti pada burung, dan dikeluarkan langsung melalui kloaka bersama tinja.ekskret itu mengandung urat, bagian dari air kenicng, yaitu bahan berwarna putih, biasanya sebagai garam Na dan mengandung zat kapur.

Sistem saraf dan sensori

Otak terdiri dari 2 lobus olfaktorius yang panjang, hemisfer, 2 lobus cptikus, serebellum, dan medulla obiongata yang melanjut ke korda saraf. Dibawah hemisfer terdapat indundibulum dan hipofisis. Terdapat 12 pasang saraf cranial dan pasang-pasang saraf spinal pada tiap scmit tubuh. Lidah sebagai organ perasa dan hidung dengan organ olfaktori (pembau). Mata dengan kelenjar air mata. Telinga dengan saluran auditori eksternal ( di bawah kulit, dengan membrane timpani), dan tiga buah saluran semisirkular yang merupakan organ pendengar. Terdapt saluran Eustacius yang bermuara pada atap faring dibelakang hidung dalam.

a. Reproduksi dan Perkembangan

Fertilisasi internal. Kadal jantan mempunyai hemipenis ( seperti pada penyu ) di dekat kloaka betina. Pada waktu kopulasi organ itu di masukkan ke dalam kloaka kadal betina. Kebanyakan perkembangan telur terjadi di alam bebas, tetapi kadang-kadang. Jika keadaan tidak sesuai, kadal betina menahan telur yang telah dibuahi (ovipar atau ovovivipar ). Telur yang diletakkan di tanah brkulit keras. Embrio dikelilingi oleh amnion, korion, dan allantois. Menetasnya hewan mudah merupakan miniature hewan dewasa.

Sub-Ordo Ophidia (ular)

Tidak mempunyai kaki ( tidak mempunyai telapak kaki ). Lubang telinga, tulang dada (sternum), dan kandung kemih tidak ada. Mandibula dihubungkan di bagian anterior oleh sebuah ligamentum. Bola mat tidak dapat digerakkan , tertutup oleh sisi transparan. Tidak mempunyai kelopak mata. Lidah panjang, bercabang dua dapat dijulurkan keluar. Paru-paru tereduksi. Gigi panjang dan geling, terdapat pada rahang atas langit-langit mulut, dan juga pada tualng pterigoid. Terdapat 2.500 spesies ular.

Ular (termasuk Sub_ordo Ophidia)

Ular adalah reptilian yang kehilangan apendiks, sternum, kelopak, mata, telinga luar, dan kandung kemih. Tengkorak lemah, karena bagian-bagian tulangnya dapat bergerak satu di atas lainnya. Ular berbisa mempunyai sepasang “taring” pada maksila untuk menyalurkan bisa. Pada ular kobra, taring itu dapat dilipat ke belakang bila tidak di gunakan. Lidah pasang, sempit, bercabang dua. Walaupun mulut tertutup, lidah dapat dijulurkan ke luar melalui lekuk rahang bawah. Di dalam rongga hidung terdapat organ Jacobson yang dapat terangsang secara kemis untuk membau. Lidah membantumembawah rangsangan kemis itu.

System pencernaan berupa saluran lurus dari mulut ke anus. Semua organ internal dalam tubuh ular itu terbentuk memanjang sesuai dengan kondisi. Hanya ada satu paru-paru (kiri). Pada yang jantan terdapat alat kopulasi hemipenis.

Jumlah vertebrae tergantung pada panjang ular ( ada yang sampai 200 atau 400). Otot-otot tubuh menghubungkan vertebrae dengan; vertebrae, vertebrae dengan rusuk, rusuk dengan rusuk, rusuk dengan kulit, dan kulit dengan kulit. Otot-otot itu ada yang panjangnya melebihi jarak yang ada, sehingga memungkinkan ular dapat bergerak melingkar-lingkar. Ular juga dapat bergerak lurus ke depan, dengan jalan meluncur dengan bantuan sisik-sisik ventral di tanah, atau melekukkan tubuh dengan membuat sudut tajam ( contoh : ular gemercak, ratlle snake).

Ular tidak mengunyah atau merobek mangsanya, tetapi menelannya secara utuh. Mangsanya mungkin lebih besar dari penampang tubuhnya. Hal itu mungkin karena:

a. Pertautan ujung dua mandibula oleh ligamentum yang elastic.

b. Tulang kuadrat bebas dari tulang kepala dan mandibula.

c. Tulang langit-langit bergrak bebas.karena hal-hal tersebut, mulut dapat terbuka lebar. Penelanan mangsa di bantu oleh gigi-gigi yang mengarah kebelakang.

d. Tidak ada tulang dada ( sternum) dan rusuk-rusuk bebas sehingga dada dapat di atasi.

e. Kulit lunak dan elastic

f. Esophagus dan lambung dapat melebar. Ketika menelan mangsa yang besar, pernafasannya tidak terganggu, karena glottis terletak jauh di depa di antara rahang di belakang lidah.

  • Ø Beberapa golongan ular yang perlu diketahui:

1. Phyton : tidak berbisa. Contohnya: ular piton ( Phyton reticulates 9- 10 m, P. molurus 8 m, terdapat di seluruh dunia, kecuali di selandia Baru. Dapat menelan babi hutan, kambing.

2. Aglypha : tidak berbisa. Conoh :Natrix sp. ( ular air ) dan ular anak gembala ( Thamnaophis sp) makanannya ikan dan katak. Ualr raja ( Lampropeltisboylii) mangsanya berupa reptilia, termasuk ular

3. Opisthoglypha: agak berbisa. Contoh: ular pohon ( Boiga sp), terbesar di seluruh dunia kecuali di Selandia Baru, Tantilla sp. Di Amerika.

4. Proteroglypha : sangat berbisa contoh ular laut ( Hydrophis sp, Hydrus platyurus) makanannay ikan. Naja tripudians (kobra).

5. Solenoglypha: berbisa, vivipar. Contoh: Vipera sp.( di Eropa dan Asia). Ular Gemercak ( rattle snake, Crotalus viridis, c. ceratus, Sistrurus sp)

A. Ordo crodilia

Reptilia besar, berkulit tebal, dengan rusuk-rusuk abdominal. Bilik ( ventrikel) jantung terbagi sempurna menjadi ventrikel kiri dan ventrikel kanan. Hidup di laut dan di air tawar. Tubuh panjang, kepala besar dan panjang. Rahang sangat kuat dengan gigi-gigi konis, tumpul. Kaki berjumlah 4, pendek. Jari-jari dengan kuku. Ekor panjang, pipih. Kulit tebal dengan skutum berzat tanduk. Lubang telinga kecil, tertutup kulit. Lidah tidak dapat dijulurkan. Tidak mempunyai kandung kemih. Ovipar. Telur diletakkan dalam daun-daun yang membusuk. Ada 23 jenis buaya, Contoh: Crocodylus sp.., Alligator sp).

BUAYA (Crocodylus)

a. Karakteristik Eksternal

Tubuh menjadi kepala, leher, badan, ekor. Kaki dengan jari yang bercakar kuat. Mulut panjang. Dua lubang hidung pada moncongnya. Mata besar lateral, mempunyai kelopak mata atas dan bawah. Membrane niktitans tembus cahaya. Lubang telinga tetutup oleh lipatan kulit. Anus merupakan celah longitudinal dibelakang pangkal kaki belakang. Kulit dengan lempeng-lempeng berzat tanduk, tersusun membujur tubuh. Buaya mempunyai 3 pasang kelenjar kasturi ( musk glands ) yang terletak di sisi kepala, dalam mulut, dan dalam kloaka.

b. Morfologi dan Fisiologi Sistem Organ

Sistem skeleton

Tengkorak dengan moncong kuat. Rahang bawah bersendi pada tualng kuadrat dengan tulang kepala. Cranium dengan tulang langit-langit yang keras, dan di atas langit-langit terdapat saluran udara. Koluman vertebralis dengan 5 tipe vertebrae: 9 servikal, 10 toraks, 5 lumbar, 2 sakral, da kira-kira 39 kaydal. Pada vertebrae servikal ada rusuk-rusuk pendek, bebas. Vertebrae torakal dan sternum dihubungkan oleh rusuk dada. Antara sternum dan tulang pubik terdapat 7 pasang rusuk abdominal berbentuk huruf V.

Sistem otot

Dibanding dengan katak, system otot buaya itu lebih rumit, karena gerakannya lebih kompleks. Otot-otot kepala, leher, dan kaki tumbuh baik, walaupun kurang jika dibandingkan pada mamalia. Segmentasi otot jelas pada kolumna vertebralis dan rusuk.

Sistem Pencernaan

Mulut lebar dengan gigi kuat unuk menerkam dan memutar mangsanya. Lidah pipih dapat dijulurkan. Di belakang pangkal lidah terdapat lipatan transversal yang jika tertekan akan menutup lubang faring. Ini berarti, di dalam air buaya dapat membuka mulutnya tetapi tidak memungkinkan air masuk ke dalam paru-paru. Dari faring terus ke esophagus, lambung (dengan bagian lundus dan pylorus), terus ke usus halus, rectum yang besar, kemudian ke kloaka dan anus. Mempunyai hati. Dan pankreas dengan saluran ke usus halus. Kloaka di gunakan untuk membuang sisa pencernaan, eskret, dan reproduksi.

Sistem sirkulasi

Jantung terdiri dari sinus venosus, 2 serambi dan 2 bilik. Bilik terpisah secara sempurna menjadi 2 bagian. Darah dari sinus venosus ke serambi kanan, bilik kanan, arteri paru-paru (2), vena paru-paru (2), terus ke serambi kiri, dan bilik kiri. Dari bilik kiri keluar sepasang lengkung aorta. Satu ke dorsal kemudian menjadi arteri karotis dan member darah ke kepala, leher dan kaki depan. Yang lainnya terus ke aorta dorsal dan memberi  darah untuk rongga tubuh dan kaki belakang serta ekor darah vena dari kepala, leher dan kaki depan. Yang lainnya terus ke aorta dorsal dan memberi darah untuk rongga tubuh dan kaki belekang serta ekor darah vena dari kepala, leher dan kaki depan terkumpul dalam vena cava anterior. Darah dari gijal dan alat reproduksi terkumpul dalam vena cava posterior. Darah dari saluran pencernaan terkumpul dalam vena hepatis terus ke hati. Vena epigastrica menerima darah vena dari kaki belakang, ekor dan rongga tubuh. Semua darah terkumpul dalam sinus venosus.

Sistem respirasi

Udara masuk melalui lubang hidung menuju ke hidung dalam ( di belakang velum ), melalui glottis ( dalam faring) tempat terdapat pita suara, menuju ke trakea, kemudian bronki yang bercabang dua masing-masing ke paru-paru.

Sistem ekskresi

Ginjal dua buah, pipih. Ada ureter dan bermuara di samping kloaka.

Sistem saraf dan sensori

Otak dengan dua lobus olfaktorius yang panjang, hemisfer serebral, 2 lobus optikus, serebellum, medulla oblongata yang melanjut ke korda saraf. Di bawah hemisfer serebral terdapat traktus optikus dan saraf optiku, infundibulu, dan hipofisis. Terdapat 12 pasang saraf cranial. Pasangan-pasangan saraf spinal menuju ke somit-somit tubuh.

Pada lidah terdapat kucu-kucup perasa, dan terdapat organ pembau pada rongga hidung. Mata dengan kelenjar air mata. Telinganya seperti telinga vertebrata rendah. Saluran auditori eksternal tertutup, kulit dengan membrane timpani. Telinga dalam dengan 3 saluran Eustachius dan bermuara dalam faring di belakng hidung dalam.

c. Reproduksi dan perkembangan

Yang jantan mempunyai penis, yang menyalurkan sperma dari testes melalui vas deferns. Yang betina mempunyai 2 ovarium dengan oviduk. Telur yang telah di buahi tertutup dengan albmin dan membrane kulit sebelum di letakkan oleh buaya betina. Seekor betina bertelur sebanyak 30-60 butir telur dan di eramkan dalam daun-daun membusuk selama kira-kira 60 hari. Ketika menetes, panjangnya kira-kira 30 cm. buaya dewasa jantan beratnya kira-kira 125 kg, yang betina 60 kg.

About these ads

2 Comments

  1. Mantap… thnks bgt. Ni yg complete


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.